POLA JABAR – Tradisi memberikan angpao selalu menjadi momen yang paling dinantikan setiap perayaan Tahun Baru Imlek.
Namun, pemberian amplop berisi uang ini bukan sekadar bagi-bagi rezeki, melainkan memiliki sejarah dan filosofi yang mendalam dalam budaya Tionghoa.
Lantas, mengapa angpao harus identik dengan warna merah?
1. Legenda Pengusir Roh Jahat
Salah satu sejarah populer angpao berasal dari legenda makhluk jahat bernama Sui. Konon, Sui suka menakuti anak-anak yang sedang tidur. Orang tua kemudian memberikan koin yang dibungkus kertas merah di bawah bantal anak mereka. Cahaya dari koin tersebut dipercaya berhasil mengusir Sui. Sejak saat itu, bungkusan merah menjadi simbol perlindungan.
2. Merah sebagai Simbol Keberuntungan
Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan api yang melambangkan kegembiraan, energi, dan keberuntungan. Memberikan angpao berwarna merah bukan hanya soal nominal uang di dalamnya, melainkan doa dan harapan baik agar si penerima mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.
3. Makna Kertas, Bukan Uang
Secara tradisional, yang dianggap paling penting dari angpao adalah kertas merahnya, bukan uang di dalamnya. Membungkus uang dengan amplop merah melambangkan pemberian berkat dan perlindungan dari nasib buruk. Itulah sebabnya, memberikan uang tanpa amplop merah saat Imlek dianggap kurang sopan.