POLA JABAR - Kacang polong sering kali dianggap sebagai sayuran pelengkap biasa dalam sup atau nasi goreng. Padahal, butiran hijau kecil ini adalah pembangkit tenaga nutrisi yang kaya akan protein nabati, serat, vitamin A, K, dan C, serta berbagai mineral penting lainnya.

Namun, sebagaimana jenis sayuran hijau pada umumnya, kacang polong sangat sensitif terhadap panas yang berlebihan. Kesalahan dalam teknik memasak dapat menyebabkan vitamin larut air, terutama vitamin C dan kelompok vitamin B, terbuang percuma.

Mengacu pada prinsip nutrisi yang sering diulas oleh Healthline, kunci utama dalam mengolah kacang polong adalah durasi masak yang singkat dan penggunaan air yang minimal. Berikut adalah panduan teknis agar Anda mendapatkan manfaat maksimal dari setiap butirnya.

1. Teknik Mengukus (Steaming) adalah Prioritas

Mengukus adalah metode terbaik untuk mempertahankan kepadatan gizi kacang polong.

Berbeda dengan merebus yang merendam sayuran dalam air, mengukus menggunakan uap panas untuk mematangkan makanan.

Hal ini mencegah vitamin larut air berpindah ke air rebusan yang biasanya dibuang.

Cukup kukus kacang polong selama 2 hingga 3 menit saja. Pastikan air di bawah kukusan sudah mendidih sebelum kacang polong dimasukkan.

Kacang polong yang matang dengan cara dikukus akan memiliki tekstur yang renyah (crunchy) dan warna hijau yang tetap cerah, yang menandakan klorofil dan nutrisinya masih terjaga dengan baik.