POLA JABAR - Malam Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar bagi umat Muhammad SAW. Di malam inilah takdir tahunan dituliskan, ampunan dihamparkan, dan pahala dilipatgandakan melampaui batas logika manusia. Namun, keberkahan ini tidak datang kepada mereka yang berpangku tangan. Dibutuhkan kesungguhan (mujahadah) untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan agar tidak terlewat begitu saja.
Mengacu pada esensi ajaran yang sering ditekankan oleh para guru di SeekersGuidance, Lailatul Qadar bukan sekadar tentang ritual fisik, melainkan tentang koneksi hati yang mendalam. Berikut adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan demi meraih kemuliaan malam tersebut.
1. Memperbanyak Doa Pengampunan (Al-Afuw)
Amalan yang paling utama adalah mengikuti petunjuk langsung dari Rasulullah SAW. Ketika ibunda Aisyah RA bertanya tentang doa apa yang harus dipanjatkan jika ia bertemu dengan Lailatul Qadar, Nabi SAW mengajarkan doa yang singkat namun mencakup segala kebutuhan hamba:
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Teks Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Para ulama menjelaskan bahwa kata Al-Afuw memiliki makna penghapusan dosa hingga tak berbekas, berbeda dengan Al-Maghfirah yang berarti penutupan dosa. Meminta "Maaf" kepada Allah di malam ini berarti memohon agar lembaran buruk kita diputihkan kembali.