POLA JABAR – Menghadapi atasan yang sering marah-marah, suka meremehkan, atau tidak menghargai batasan waktu kerja tentu sangat menguras mental. Namun, mengundurkan diri (resign) secara mendadak bukan selalu solusi terbaik, terutama jika kondisi finansial belum stabil.
Sebelum memutuskan untuk pergi, coba terapkan 4 strategi profesional ini untuk menjaga kesehatan mental dan karir Anda:
1. Tetapkan Batasan (Boundaries) yang Jelas
Atasan toxic seringkali melanggar batas waktu pribadi. Mulailah bersikap tegas namun sopan. Jika dikirimi pesan pekerjaan di luar jam kantor (kecuali darurat), Anda tidak wajib membalas seketika. Berikan pemahaman secara halus bahwa Anda akan memprosesnya di jam kerja esok hari.
2. Catat Semua Komunikasi Secara Tertulis
Salah satu ciri atasan bermasalah adalah sering mengubah instruksi atau menyalahkan bawahan. Pastikan setiap arahan penting dikonfirmasi kembali melalui email atau pesan singkat. Rekam jejak digital ini adalah "benteng" pertahanan Anda jika sewaktu-waktu terjadi perselisihan atau penilaian kerja yang tidak adil.
3. Fokus pada Performa, Bukan Perasaan
Usahakan untuk tidak membawa perilaku buruk atasan ke dalam hati secara personal. Anggaplah sikap buruk mereka sebagai refleksi karakter mereka, bukan nilai diri Anda. Dengan tetap bekerja profesional, Anda tidak memberikan celah bagi mereka untuk menyerang performa kerja Anda secara sah.