POLA JABAR – Menghadapi tantangan urbanisasi dan kepadatan penduduk, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberadaan pohon dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bukan sekadar penghias kota, melainkan elemen vital bagi kehidupan warga.
Hal tersebut disampaikan Farhan dalam sambutannya pada Pameran Lukisan Nasional bertajuk "Pohon untuk Kehidupan" di The Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, Sabtu (10/1/2026).
Farhan menyoroti bahwa identitas Bandung sebagai kota kreatif tidak bisa dipisahkan dari kondisi alamnya. Menurutnya, pohon memiliki peran filosofis dan praktis yang mendalam bagi masyarakat.
“Kota Bandung adalah salah satu kota dengan kepadatan pohon dan penduduk yang tinggi. Pohon-pohon di Bandung bukan sekadar elemen lanskap, tetapi sumber kehidupan,” kata Farhan.
Dengan luas wilayah hanya 167 kilometer persegi, Bandung kini dihuni oleh sekitar 2,6 juta jiwa. Artinya, rata-rata kepadatan penduduk mencapai 15 ribu orang per kilometer persegi. Angka ini menciptakan tekanan besar terhadap ketersediaan lahan hijau.
“Di tengah kepadatan itu, kita perlu bertanya di mana ruang bagi pohon-pohon kehidupan? Apakah pohon masih punya ruang, atau justru kita yang kini mencari ruang di antara pepohonan itu,” tuturnya.
Secara teknokratis, capaian RTH Kota Bandung sepuluh tahun lalu baru menyentuh angka 12,8 persen. Saat ini, Pemkot Bandung sedang bekerja keras mengejar target 20 persen sesuai amanat regulasi nasional.
Namun, Farhan membawa perspektif baru dalam melihat ruang hijau. Ia mengusulkan agar indikator keberhasilan RTH tidak hanya diukur dari luas tanah secara mendatar, tetapi juga dari kepadatan vegetasi (jumlah pohon).
Gagasan ini tengah diajukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN).