POLA JABAR - Sholat Berjamaah di masjid merupakan salah satu syiar Islam yang paling agung dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam pandangan syariat, jauh melampaui pelaksanaan sholat secara sendirian (munfarid).
Bagi kaum laki-laki yang mukallaf dan tidak memiliki uzur syar'i, para ulama seringkali menegaskan bahwa hukum melaksanakannya di masjid adalah wajib atau fardhu kifayah dengan penekanan yang sangat kuat, sebagaimana yang diisyaratkan oleh banyak hadis Nabi Muhammad SAW {shallallahu 'alaihi wa sallam}. Keutamaan menghadiri panggilan azan dan bergegas menuju rumah Allah ini tidak hanya terletak pada pemenuhan perintah, tetapi juga pada segudang pahala dan manfaat spiritual serta sosial yang dijanjikan oleh Allah SWT {Subhanahu wa Ta'ala}.
Sholat berjamaah menjadi bukti nyata ketaatan seorang hamba dan penampakan kekuatan serta persatuan umat Islam di tengah-tengah masyarakat.
Keunggulan utama yang sering disebutkan dalam hadis-hadis sahih mengenai sholat berjamaah adalah adanya pelipatgandaan ganjaran pahala yang signifikan. Rasulullah secara tegas menyatakan bahwa sholat yang dilakukan secara berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan sholat yang dilakukan sendirian.
Perbedaan angka yang begitu besar ini menunjukkan betapa Allah menghargai usaha seorang muslim untuk berkumpul bersama saudaranya dalam menunaikan ibadah, mengisyaratkan bahwa setiap detik yang dihabiskan untuk sholat berjamaah di masjid memiliki bobot spiritual yang luar biasa.
Selain ganjaran pahala yang dilipatgandakan untuk setiap gerakan sholat itu sendiri, keutamaan ini diperkuat pula dengan berbagai ganjaran yang menyertai setiap langkah kaki seorang muslim menuju masjid, menjadikannya sebuah perjalanan ibadah yang penuh berkah sejak dari rumah.
Selain pelipatgandaan pahala, sholat berjamaah, khususnya di masjid, memiliki dimensi spiritual yang berfungsi sebagai benteng pertahanan seorang muslim dari godaan syaitan dan pembebasan dari sifat kemunafikan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah menganggap bahwa tidak ada sholat yang lebih berat untuk dilaksanakan oleh orang-orang munafik selain sholat Isya dan sholat Subuh secara berjamaah.
Konsistensi dalam menjaga sholat lima waktu secara berjamaah di masjid adalah indikator keimanan yang kokoh dan menjauhkan pelakunya dari ciri-ciri orang munafik yang bermalas-malasan dalam beribadah.
Lebih jauh lagi, bagi siapa saja yang hatinya selalu terpaut dengan masjid dan senantiasa menanti waktu sholat di dalamnya, akan mendapatkan naungan khusus dari Allah pada Hari Kiamat, hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya, sebuah janji agung bagi mereka yang memakmurkan rumah-rumah-Nya.