POLA JABAR – Sebagai bentuk solidaritas antarwilayah dan respons cepat terhadap situasi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung resmi menyalurkan bantuan logistik dan personel ke wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan pascabencana yang melanda kawasan tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Robby Darwan, mengonfirmasi bahwa armada pengangkut bantuan telah diberangkatkan pada Sabtu petang, 24 Januari 2026. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar serta peralatan teknis untuk mendukung proses evakuasi dan pembersihan lokasi.

Rincian Bantuan Logistik BPBD Kota Bandung membawa beragam perlengkapan penting, di antaranya 500 lembar karung, 40 dus air mineral, 20 buah cangkul, 10 sekop, serta 75 selimut hangat. Selain itu, terdapat 19 paket sembako yang telah disiapkan secara khusus untuk para penyintas.

Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, tim juga membawa perlengkapan pendukung seperti kantong jenazah, sarung tangan, dan paket kebutuhan higienis dalam jumlah terbatas.

“Sembako sudah kami kemas dalam paket, isinya lengkap,” jelas Robby saat dikonfirmasi Humas Pemkot Bandung, Sabtu 24 Januari 2026.

Kesiapan Personel dan Operasional Lapangan Selain dukungan material, BPBD Kota Bandung juga menunjukkan komitmen total dalam misi kemanusiaan ini. Tim yang diberangkatkan telah dilengkapi dengan peralatan tenda agar dapat beroperasi secara mandiri di lokasi bencana jika keadaan mengharuskan mereka bertahan dalam waktu lama.

“Kami melihat situasi di sana. Kalau memang harus membantu dengan menginap, kami siap bertenda dan menginap di lokasi,” ujarnya.

Untuk fase awal ini, sebanyak 10 personel terlatih telah diterjunkan ke titik bencana. Robby juga menambahkan bahwa gelombang bantuan tenaga kemungkinan besar akan bertambah seiring dengan bergabungnya para relawan dari unsur masyarakat Kota Bandung.

“Sementara ini kami bawa 10 personel, nanti mungkin akan ada relawan dari Kota Bandung juga tapi itu belum terinventarisir,” ungkapnya.