POLA JABAR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Forum RT RW Kota Bandung menjadi ajang krusial untuk memperkokoh tali silaturahmi serta sinergi antarwilayah dalam mengawal program pembangunan daerah. Agenda akbar yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 ini dipusatkan di Monumen Perjuangan (Monju) dan sukses menyedot perhatian sekitar 11.000 pengurus RT dan RW dari berbagai penjuru Kota Kembang.
Kemeriahan acara tersebut turut disaksikan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, sosok pendiri Forum RT RW sekaligus Wali Kota Bandung periode 2003-2013 Dada Rosada, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, jajaran anggota legislatif, para camat, lurah, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam pidato sambutannya, Wali Kota Muhammad Farhan menggarisbawahi posisi strategis lembaga RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan dinamika warga.
Ia menginstruksikan agar akselerasi pembangunan infrastruktur ke depan tidak boleh timpang atau hanya berfokus pada area komersial semata.
“Tidak boleh ada rasa ketidakadilan. Kalau jalan di pusat kota sudah bagus, maka wilayah lain juga harus diperhatikan. Karena itu kami mulai menyelesaikan persoalan wilayah satu per satu,” ujarnya.
Selama menakhodai Pemkot Bandung, Farhan konsisten meluangkan waktu untuk turun langsung ke lapangan guna memetakan kendala riil di tingkat kelurahan dan menyerap masukan dari garda terdepan.
Ia menegaskan bahwa tata kelola kota yang ideal hanya bisa diwujudkan lewat kerja sama kolektif yang solid.
“Saya tidak bisa sendiri. Kota Bandung harus dibangun bersama-sama, mulai dari wali kota, camat, lurah, sampai RT dan RW,” katanya.
Apresiasi mendalam juga meluncur dari Dada Rosada selaku tokoh sentral yang membidani lahirnya Forum RT RW di Kota Bandung. Ia mengaku bangga menyaksikan wadah ini tumbuh menjadi salah satu elemen komunitas kewilayahan paling solid dan masif.