POLA JABAR - Pembuatan jeli (atau jelly) adalah salah satu proses kimiawi yang paling menarik dalam dunia kuliner, di mana cairan diubah menjadi padatan kenyal melalui proses pendinginan. Umumnya, bahan yang digunakan untuk menghasilkan tekstur kenyal dan elastis ini adalah gelatin atau agar-agar. 

Namun, bagi para pembuat dessert, nanas telah lama dikenal sebagai "musuh" abadi bagi proses pengentalan yang melibatkan gelatin. Secara unik, jika buah nanas segar ditambahkan ke dalam adonan jeli yang menggunakan gelatin, alih-alih mengeras dan membentuk tekstur kenyal yang diinginkan, adonan tersebut justru akan tetap cair, encer, dan gagal membentuk gel sama sekali. 

Kejadian ini bukan disebabkan oleh keasaman buah, melainkan oleh kehadiran senyawa biologis yang sangat kuat dan spesifik di dalam nanas, sebuah fakta ilmiah yang telah banyak diteliti dan dibahas dalam literatur ilmiah seperti yang tersedia di ScienceDirect.com.

Senyawa biologi yang bertanggung jawab penuh atas fenomena unik ini adalah enzim bromelain. Enzim ini adalah kelompok enzim proteolitik alami protein yang memiliki kemampuan luar biasa untuk memecah ikatan peptida dalam protein lain. Nanas mengandung konsentrasi bromelain yang tinggi, terutama pada bagian bonggol atau batangnya, namun juga tersebar di seluruh daging buahnya. 

Dalam konteks makanan, enzim bromelain sering dimanfaatkan secara industri sebagai pelunak daging karena kemampuannya mendegradasi serat-serat protein pada daging. Namun, dalam konteks pembuatan jeli, kemampuan 'merusak' protein inilah yang menjadi kendala utama dan alasan ilmiah mengapa nanas segar secara efektif dapat menggagalkan seluruh proses pembentukan gel.

Kunci keberhasilan jeli yang menggunakan gelatin adalah pembentukan matriks atau jaringan protein kolagen yang saling mengikat. Gelatin sendiri merupakan protein yang diekstrak dari kolagen hewan. Ketika gelatin dilarutkan dalam air panas dan didinginkan, molekul protein kolagennya akan saling berikatan silang (cross-link) dan menjebak molekul air di antara jaringannya, yang pada akhirnya menghasilkan tekstur kenyal dan padat yang kita sebut jeli. 

Namun, ketika bromelain dari nanas segar ditambahkan ke dalam adonan, enzim ini akan langsung bekerja layaknya "gunting protein" yang sangat efisien. 

Alih-alih membiarkan molekul gelatin membentuk jaringan, bromelain akan memutus ikatan peptida dari molekul protein gelatin. Akibatnya, protein gelatin terhidrolisis menjadi fragmen-fragmen yang jauh lebih kecil dan sederhana (peptida atau asam amino), sehingga molekul-molekul ini tidak mampu lagi saling berikatan dan membentuk jaringan matriks gel yang stabil.

Untuk lebih memahami peran spesifik enzim bromelain dalam kegagalan pembentukan jeli, berikut adalah poin-poin penting mengenai cara kerja dan solusinya: