POLA JABAR – Suara rintik hujan di malam hari sering kali menjadi "pemicu" utama keinginan menyantap semangkuk mi instan panas.
Paduan rasa gurih, pedas, dan uap hangat memang sulit ditolak. Namun, di balik kenikmatannya, terselip peringatan mengenai dampaknya bagi kesehatan pencernaan jika dikonsumsi sebelum tidur.
Lantas, apakah benar makan mi instan di malam hari berbahaya bagi pencernaan? Simak fakta medisnya berikut ini:
Fakta: Proses Pencernaan yang Lebih Lambat
Ahli gizi menjelaskan bahwa mi instan terbuat dari tepung terigu yang telah melalui proses penggorengan (deep fried) untuk membuatnya awet dan cepat matang.
Hal ini membuat mi instan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Secara medis, tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk memecah komponen ini dibandingkan makanan segar.
Mengonsumsinya saat malam hari di mana metabolisme tubuh melambat memang dapat memberikan beban lebih pada lambung.
Risiko Begah dan 'Heartburn'
Hujan yang dingin memicu keinginan untuk segera tidur setelah makan. Inilah masalah utamanya. Makan mi instan yang tinggi natrium (garam) dan lemak, lalu langsung berbaring, dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini sering disebut heartburn atau sensasi terbakar di dada yang membuat tidur tidak nyenyak dan perut terasa begah (kembung) saat bangun pagi.