POLA JABAR – Setiap kali banjir merendam pemukiman, tumpukan sampah yang hanyut terbawa arus selalu menjadi pemandangan yang menyakitkan mata.
Opini publik pun terbentuk dengan cepat: sampah adalah biang keladi utama bencana ini.
Namun, jika kita melihat lebih dalam pada data lingkungan, benarkah kebiasaan membuang sampah ke sungai menduduki peringkat pertama penyebab banjir di Indonesia?
Mari kita bedah fakta di balik mitos yang sudah mendarah daging di masyarakat ini.
Fakta: Sampah Adalah "Penyumbat" Aliran
Tidak bisa dimungkiri bahwa sampah memiliki peran besar dalam memperparah banjir. Sampah plastik, kasur bekas, hingga limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai mengakibatkan dua masalah teknis yang nyata:
- Penyempitan Saluran: Sampah yang menumpuk di kolong jembatan atau pintu air menghambat laju air, sehingga volume air yang meningkat saat hujan cepat meluap ke daratan.
- Pendangkalan (Sedimentasi): Sampah yang mengendap di dasar sungai bersama lumpur membuat kedalaman sungai berkurang drastis. Sungai yang seharusnya mampu menampung ribuan kubik air, kini hanya mampu menampung separuhnya.
Mitos: Sampah Adalah Satu-satunya Penyebab Utama
Meski sampah sangat berpengaruh, para ahli hidrologi menyebutkan bahwa menyebut sampah sebagai "penyebab nomor satu" bisa menjadi kekeliruan fatal. Mengapa demikian? Karena ada faktor yang jauh lebih masif pengaruhnya: Alih Fungsi Lahan.