POLA JABAR – Salah satu modus penipuan kerja paling licin adalah undangan tes yang terlihat sangat resmi.

Mereka sering mencatut nama perusahaan besar seperti Pertamina, PLN, atau Unilever untuk meyakinkan korban.

Hati-hati, jika kamu menerima undangan wawancara dengan ciri berikut, segera abaikan:

1. Surat Undangan yang "Sangat Rapi"

Penipu mengirim surat PDF yang dilengkapi logo perusahaan, stempel, bahkan nama direktur. Namun, lokasi tes biasanya ditempatkan di luar kota asalmu (misalnya di Jakarta atau Balikpapan) agar mereka punya alasan untuk mengatur transportasi.

2. Penunjukan Agen Travel "Mitra"

Inti dari penipuan ini adalah kamu diwajibkan memesan tiket pesawat dan hotel melalui agen travel yang sudah mereka tunjuk. Alasannya? Agar biaya bisa diganti (reimbursement) saat kamu tiba di lokasi. Padahal, uang yang kamu transfer ke agen travel itu akan langsung dibawa lari.

3. Janji "Reimbursement" Palsu

Mereka menjanjikan semua biaya akan diganti 100% setelah tes selesai. Ini hanyalah umpan agar kamu tidak merasa rugi saat mengeluarkan uang jutaan rupiah di awal. Faktanya, perusahaan besar punya sistem rekrutmen di kantor cabang terdekat atau membiayai akomodasi secara langsung tanpa meminta uang dari kandidat.