POLA JABAR – Meski Jepang semakin ramah terhadap wisatawan Muslim, sebagian besar makanan tradisional Jepang masih mengandung bahan non-halal seperti daging babi, alkohol (sake atau mirin), serta kaldu ikan tertentu.

Mengetahui jenis makanan non-halal ini penting agar wisatawan Muslim bisa lebih berhati-hati saat berkuliner di Jepang.

Berikut tujuh makanan Jepang yang termasuk non-halal dan perlu diwaspadai.

1. Ramen (Kuah Babi atau Mengandung Mirin)

Banyak jenis ramen di Jepang yang menggunakan kaldu berbahan daging babi (tonkotsu) atau menambahkan mirin dalam bumbu.

Meskipun ada versi halal, ramen asli tradisional biasanya tidak memenuhi standar halal karena bahan dasar kuahnya.

2. Tonkatsu

Tonkatsu adalah daging babi yang dibalut tepung roti (panko) lalu digoreng hingga renyah.

Hidangan ini termasuk salah satu makanan paling populer di Jepang, namun jelas tergolong non-halal karena menggunakan daging babi sebagai bahan utama.