POLA JABAR - Kacang tanah merupakan salah satu komoditas legum terpenting di dunia yang menjadi pilar ketahanan pangan dan ekonomi bagi banyak negara berkembang. Tidak hanya dikonsumsi langsung, kacang tanah menjadi bahan baku utama industri minyak nabati, pakan ternak, hingga berbagai produk olahan pangan.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO melalui FAOSTAT), distribusi produksi kacang tanah dunia menunjukkan konsentrasi yang sangat kuat di wilayah Asia dan Afrika. Kondisi iklim tropis dan subtropis di wilayah-wilayah tersebut menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan tanaman bernama latin Arachis hypogaea ini.
Tiongkok: Raksasa yang Tak Tergoyahkan
Hingga saat ini, Tiongkok masih memegang posisi puncak sebagai produsen kacang tanah terbesar di dunia dengan selisih yang sangat signifikan dari negara-negara lainnya. Sebagian besar produksi Tiongkok terpusat di provinsi-provinsi seperti Shandong, Henan, dan Hebei.
Keberhasilan Tiongkok tidak hanya terletak pada luas lahan yang tersedia, tetapi juga pada implementasi teknologi pertanian yang maju. Penggunaan varietas unggul yang tahan terhadap hama serta sistem manajemen pascapanen yang efisien memungkinkan Tiongkok menyumbang lebih dari sepertiga total produksi global setiap tahunnya. Sebagian besar hasil panen ini diserap oleh pasar domestik mereka yang masif, baik untuk konsumsi langsung maupun industri minyak goreng.
India: Kekuatan Tradisional di Asia Selatan
Di posisi kedua, India terus membuntuti dengan volume produksi yang luar biasa. Bagi India, kacang tanah adalah komoditas strategis yang melibatkan jutaan petani kecil. Wilayah seperti Gujarat, Andhra Pradesh, dan Tamil Nadu menjadi pusat penanaman utama.
Meskipun memiliki luas lahan tanam yang sangat kompetitif dengan Tiongkok, tantangan utama di India adalah ketergantungan pada curah hujan musiman (monsoon). Namun, melalui kebijakan pemerintah dalam penyediaan bibit bersubsidi dan perbaikan sistem irigasi, India tetap menjadi pemain kunci dalam ekspor kacang tanah ke pasar internasional, termasuk ke wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah.