POLA JABAR – Puasa Daud dikenal sebagai puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT karena tingkat kedisiplinannya yang tinggi. Namun, bagi Anda yang ingin mulai mengamalkannya, ada beberapa aturan dan tata cara khusus agar ibadah ini sah dan sesuai dengan syariat.
Pola selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) menuntut pemahaman yang tepat mengenai niat dan ketentuan waktunya. Berikut adalah panduan lengkapnya:
1. Membaca Niat
Sama seperti ibadah lainnya, niat adalah pondasi utama. Niat puasa sunnah seperti Puasa Daud diperbolehkan dilakukan di dalam hati sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur, asalkan Anda belum makan atau minum apa pun sejak subuh.
Bacaan Niat Puasa Daud: نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma daawuda sunnatan lillaahi ta'aalaa) Artinya: "Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Memperhatikan Pola Selang-Seling
Inti dari Puasa Daud adalah konsistensi pola 1-1. Jika Anda berpuasa di hari Senin, maka hari Selasa Anda berbuka (tidak puasa), kemudian Rabu kembali berpuasa, dan seterusnya. Pola ini tetap dijalankan meskipun bertepatan dengan hari Jumat atau hari Minggu yang biasanya memiliki ketentuan khusus pada puasa sunnah lainnya.
3. Waktu Pelaksanaan
Waktu dimulainya puasa adalah sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib). Selama durasi tersebut, Anda wajib menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta hal-hal lain yang membatalkan puasa.