POLAJABAR - Guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Garut gandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan World Bank.

Ini merupakan upaya serius yang dilakukan Pemkab Garut, dalam mengoptimalkan PAD melalui optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Hal tersebut diwujudkan oleh Pemkab Garut, dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan menggandeng BAPPENAS dan World Bank.

Kegiatan tersebut, dilangsungkan di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Garut, para hari Senin 20 Oktober 2025 kemarin.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan penerimaan daerah yang diperoleh dari sumber-sumber asli di dalam wilayahnya sendiri.

Seperti pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

PAD biasanya, bertujuan guna mendanai pelaksanaan otonomi daerah dan merupakan cerminan kemandirian fiskal suatu daerah.

Dilansir dari laman jabarprov.go.id. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan kehormatannya atas dukungan yang diberikan oleh dua lembaga nasional dan internasional tersebut dalam membantu peningkatan pendapatan fiskal di Garut.

Syakur mengungkapkan, peningkatan PAD sejatinya sudah menjadi fokus utamanya, mengingat PAD Kabupaten Garut sebelumnya masih terbatas.

“Tentu saja merupakan kehormatan bagi kami kedatangan dua tim yang mempunyai peran besar di Indonesia yaitu BAPPENAS dan juga World Bank untuk membantu peningkatan pendapatan fiskal di Kabupaten Garut,” ungkapnya.