POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan sampah di Kota Bandung terletak pada sistem yang terintegrasi, terencana, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Siskamling Siaga Bencana ke-79 di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Rabu 28 Januari 2026.

Dalam arahannya, Farhan memberikan perhatian khusus pada efektivitas Program Gerakan Atasi Sampah atau Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah) yang kini tengah berjalan di tingkat RW. Ia mengingatkan agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

“Saya ingin memastikan Gaslah ini betul-betul berjalan efektif. Bukan sekadar ada kegiatannya, tapi harus jelas hasilnya di lapangan,” tegas Farhan.

Menanggapi aspirasi para Ketua RW mengenai keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan hambatan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Farhan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi warga. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, masyarakat tetap berupaya menjalankan program lingkungan demi kenyamanan bersama.

Terkait kebutuhan fasilitas pendukung seperti kantor RW, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mencari solusi terbaik. Farhan menyatakan adanya peluang pengadaan lahan agar fasilitas koordinasi di wilayah dapat menjadi aset resmi milik pemerintah kota.

Selain evaluasi program, Farhan juga memberikan catatan serius terkait pengadaan alat pendukung. Ia memperingatkan agar pengajuan bantuan mesin pengolah sampah harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur atau tempat yang memadai.

“Jangan sampai mesinnya sudah ada, tapi tempatnya tidak siap. Pengalaman di beberapa lokasi yang tidak optimal tidak boleh terulang kembali,” tambahnya.

Sebagai langkah inovatif, Wali Kota Bandung mendorong penerapan sistem matrikulasi pengelolaan sampah. Sistem ini bertujuan untuk memetakan distribusi sampah organik dari tiap RW secara lebih transparan dan terukur.

Dengan sistem matrikulasi, alur sampah organik akan lebih jelas arahnya, sehingga koordinasi antar wilayah dalam mengelola sampah menjadi lebih solid dan berkelanjutan.***