POLA JABAR - Pernahkah Anda membeli udang yang terlihat cantik di lapak pasar, namun saat dimasak teksturnya hancur dan berbau tajam? Memilih udang memang gampang-gampang susah. Sebagai salah satu komoditas seafood yang paling digemari, kualitas udang sangat menentukan hasil akhir masakan Anda, baik itu udang goreng mentega maupun sup seafood yang segar.
Menyadur tips dari laman kuliner ternama The Spruce Eats, kualitas udang terbaik sebenarnya bisa dikenali melalui panca indera kita. Berikut adalah panduan detail cara memilih udang segar agar Anda tidak salah beli.
1. Andalkan Penciuman: Bau Laut, Bukan Amis
Langkah pertama dan paling krusial adalah mencium aromanya. Udang yang benar-benar segar seharusnya memiliki aroma laut yang bersih, sedikit asin, dan segar. Jika Anda mencium aroma amonia yang menyengat atau bau busuk yang tajam, segera urungkan niat untuk membeli. Bau amonia adalah tanda bahwa bakteri mulai memecah protein dalam daging udang, yang berarti masa kesegarannya sudah lewat jauh.
2. Perhatikan Tekstur Daging
Udang yang berkualitas tinggi memiliki daging yang terasa padat, kenyal, dan elastis saat ditekan. Hindari udang yang teksturnya sudah terasa lembek, berlendir, atau "hancur" saat dipegang. Tekstur yang lembek menunjukkan bahwa udang tersebut sudah terlalu lama disimpan dalam suhu ruang atau sudah mengalami proses pembekuan dan pencairan (thawing) berkali-kali.
3. Cek Kondisi Kepala dan Cangkang
Secara visual, udang segar memiliki cangkang yang terlihat bening, mengkilap, dan tidak kusam. Pastikan cangkangnya masih keras dan melekat kuat pada dagingnya. Salah satu tanda penurunan kualitas adalah munculnya bintik-hitam (melanosis) pada cangkang atau sendi-sendi udang. Meskipun bintik hitam tidak selalu berarti udang busuk, itu adalah indikator bahwa udang sudah tidak dalam kondisi puncak kesegarannya. Selain itu, pastikan kepala udang masih menempel kuat dan tidak mudah lepas.
4. Hindari Tanda-tanda Dehidrasi atau "Freezer Burn"