POLA JABAR – Bulan Syaban sering kali disebut sebagai bulan "pemanasan" sebelum memasuki ibadah puasa wajib di bulan Ramadan.
Salah satu amalan yang paling ditekankan adalah memperbanyak puasa sunnah. Namun, banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa hari puasa Syaban yang paling dianjurkan untuk dikerjakan?
Merujuk pada riwayat sahih dari Aisyah ra., Nabi Muhammad SAW diketahui lebih banyak melakukan puasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya, kecuali saat memasuki bulan Ramadan.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin untuk menyambut bulan suci yang akan datang.
Beragam Pilihan Puasa Sunnah
Bagi umat Islam yang ingin menghidupkan bulan Syaban tahun ini, terdapat beberapa pilihan puasa sunnah yang bisa dijalankan secara fleksibel:
- Puasa Ayyamul Bidh: Puasa tiga hari di pertengahan bulan (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah). Di tahun 2026 ini, waktu tersebut bertepatan pada tanggal 1 Februari hingga 3 Februari 2026.
- Puasa Senin-Kamis: Anda tetap bisa menjalankan puasa rutin Senin-Kamis di sepanjang bulan Syaban. Menariknya, pada Senin, 2 Februari 2026 besok, Anda bisa menggabungkan niat puasa Senin dengan puasa sunnah Syaban.
- Puasa Daud: Yakni puasa berselang-seling (sehari puasa, sehari tidak).
Fleksibilitas Menjelang Nisfu Syaban
Terkait momen Nisfu Syaban yang jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, umat Islam memiliki beberapa pilihan.