POLAJABAR.COM - Gubernur Jawa Barat, yang akrab disapa KDM, angkat bicara mengenai insiden penyekapan yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Bandung, yang pelakunya adalah kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30). Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum penting untuk evaluasi keamanan di lingkungan masyarakat.
KDM menyampaikan harapannya tersebut kepada awak media saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Garut pada Rabu pagi, 24 Juni 2026. Fokus utama dari pernyataannya adalah peningkatan kewaspadaan dan pengamanan di lingkungan tempat tinggal bersama seperti indekos.
Ia menekankan bahwa pencegahan tindak kejahatan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum semata, tetapi juga melibatkan peran aktif dari pemilik indekos dan warga sekitar. Langkah proaktif sangat diperlukan untuk menjaga keamanan bersama.
Tindakan konkret yang diusulkan oleh KDM adalah mewajibkan pemilik usaha indekos untuk melakukan pendataan yang lebih komprehensif terhadap setiap calon penghuni yang akan menyewa tempat mereka. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan tempat tinggal untuk aktivitas kriminal.
"Coba pemilik kos itu, orang yang kos ke tempatnya, itu minimal difoto dulu wajahnya, kemudian disimpan datanya," ungkap KDM mengenai langkah awal verifikasi data penyewa. Pernyataan ini menegaskan kebutuhan akan dokumentasi visual yang jelas.
Selain foto wajah, KDM juga menekankan pentingnya menyimpan data identitas resmi dari para penyewa. Pendataan ini harus dilakukan secara sistematis dan aman oleh pengelola indekos.
Lebih lanjut, KDM juga menyarankan agar data tersebut juga dibagikan atau setidaknya diketahui oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. "Disimpan juga selain KTP," imbuh KDM, menekankan perlunya verifikasi dokumen resmi seperti Kartu Tanda Penduduk.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan lingkungan yang lebih terintegrasi, di mana pemilik indekos dan tokoh masyarakat lokal saling mendukung dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Dikutip dari berbagai sumber, Gubernur Jawa Barat berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait peningkatan standar keamanan hunian sementara.