POLA JABAR - Udang merupakan salah satu komoditas makanan laut yang paling digemari di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, udang juga dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi, rendah kalori, dan kaya akan selenium serta vitamin B12. Namun, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran yang kerap menghantui konsumen: sejauh mana risiko paparan logam berat seperti merkuri dalam tubuh udang?

Berdasarkan data dan panduan dari Environmental Protection Agency (EPA), isu logam berat pada makanan laut memang nyata, namun bukan berarti kita harus berhenti mengkonsumsinya. Kuncinya terletak pada pemahaman tentang ambang batas aman dan cara memilih sumber pangan yang tepat.

Mengapa Udang Bisa Mengandung Logam Berat?

Logam berat, terutama metilmerkuri, masuk ke dalam ekosistem perairan melalui aktivitas industri, limbah pertambangan, hingga fenomena alam. Begitu berada di air, zat ini diserap oleh organisme kecil dan masuk ke dalam rantai makanan.

Udang sebenarnya memiliki keuntungan alami. Berbeda dengan ikan predator besar seperti hiu, tuna sirip biru, atau makarel raja yang hidup lama dan menumpuk merkuri dalam jumlah besar (bioakumulasi), udang memiliki masa hidup yang relatif singkat dan berada di tingkat bawah rantai makanan. Hal ini membuat akumulasi logam berat pada udang secara umum jauh lebih rendah dibandingkan jenis ikan laut lainnya.

Batas Aman Menurut Standar EPA

EPA bersama dengan FDA (Food and Drug Administration) telah mengkategorikan udang ke dalam daftar "Pilihan Terbaik" (Best Choices). Ini berarti udang termasuk dalam kelompok makanan laut yang paling aman dikonsumsi, bahkan untuk kelompok sensitif sekalipun.

Bagi orang dewasa sehat, mengonsumsi 2 hingga 3 porsi udang per minggu (sekitar 8-12 ons) dianggap sangat aman dan justru memberikan manfaat kesehatan bagi jantung dan otak. Sementara bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak, udang tetap direkomendasikan sebagai sumber nutrisi utama, asalkan berasal dari perairan yang tidak terpolusi berat.

Mengenal Jenis Logam Berat yang Perlu Diwaspadai