POLA JABAR – Penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat kewilayahan menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang bersih dan melayani. Menghadapi dinamika sosial dan tuntutan masyarakat urban yang semakin kompleks, para camat dan lurah dituntut untuk bertindak sebagai garda terdepan yang responsif dan solutif.
Dalam agenda strategis daerah, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta para camat dan lurah terus meningkatkan kualitas kepemimpinan. Menurutnya, camat dan lurah merupakan pemimpin wilayah yang harus mampu menjawab berbagai persoalan secara terintegrasi dan adaptif.
Melalui forum pembekalan yang digelar secara intensif, Wali Kota mengingatkan bahwa kedudukan aparatur wilayah memiliki peran strategis yang serupa dengan kepala daerah dalam ruang lingkup yang lebih spesifik.
“Setiap permasalahan harus kita jawab secara terintegrasi. Sama seperti wali kota, para camat dan lurah juga adalah penguasa wilayah,” kata Farhan.
Farhan memyatakan hal itu saat Pelatihan Bagi Camat dan Lurah dengan tema “Akselerasi Pelayanan Prima dan Penguatan Budaya Kerja Berintegritas dalam Mewujudkan Bandung Utama” di Hotel Novotel Bandung, Jalan Cihampelas, Senin 25 Mei 2026.
Lebih dari sekadar kecakapan taktis dalam memimpin, aspek moralitas dan kejujuran menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.
Selain itu, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas menjadi cerminan wajah pemerintah di mata masyarakat.
Kepercayaan publik terhadap jalannya roda pemerintahan sangat ditentukan oleh bagaimana aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan memperlakukan warga serta mengelola program kerja secara transparan.
“Integritas adalah wajah kita di mata publik. Kalau integritas baik maka wajah kita baik, kalau integritas buruk maka wajah kita juga buruk,” ucapnya.