POLA JABAR — Proyek pembangunan Bendung atau Pintu Air BS.H.0 yang berlokasi di perbatasan Desa Kalijaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengalami hambatan akibat terbatasnya suplai material bangunan.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bekasi, Ida Farida, bersama jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (15 Oktober 2025).

Ida Farida menyebutkan bahwa peninjauan tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap proyek strategis nasional yang sedang berjalan.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita dapat memitigasi berbagai kendala yang mungkin menghambat proses pembangunan,” ujarnya, dikutip Jumat, 17 Oktober 2025.

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, perkembangan fisik proyek dinilai cukup baik. Namun, Ida mengakui terdapat kendala pada pasokan material yang berdampak pada kelancaran pekerjaan kontraktor.

“Secara pekerjaan sudah cukup bagus, hanya terkendala pada suplai material. Tadi juga disampaikan bahwa pasokan material ke pihak kontraktor sangat terbatas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ida menegaskan bahwa pembangunan bendung ini memiliki manfaat strategis bagi masyarakat sekitar.

Selain untuk penanggulangan banjir, juga mendukung irigasi pertanian serta berpotensi menjadi penyedia air baku di masa mendatang.

“Bendung ini bisa membantu penanggulangan banjir, suplai irigasi pertanian, dan ke depan berpotensi dikembangkan sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.