POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen untuk melakukan pembenahan infrastruktur dan tata kelola lingkungan secara masif di wilayah Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage.

Langkah ini diambil setelah pelaksanaan program Siskamling Siaga Bencana ke-91 yang menjaring aspirasi serta memetakan masalah krusial di wilayah tersebut pada Rabu, 22 April 2026.

Terdapat tiga agenda utama yang menjadi prioritas pemerintah daerah, yakni penanganan titik banjir, pemasangan pagar pengaman di sepanjang aliran sungai, serta penguatan sistem pengolahan sampah mandiri berbasis wilayah.

Berdasarkan hasil dialog dengan warga, teridentifikasi tiga titik banjir yang kerap menghambat aktivitas masyarakat, yaitu di RW 05 (Gang Febri), RW 10 (Jalan Riung Arum Raya), dan RW 14 (Jalan Riung Saluyu Raya).

Sebagai solusi teknis, pemerintah akan mengaktifkan kembali saluran eks kali mati melalui pengerukan sedimen dan pembangunan kirmir agar aliran air dapat tersambung kembali ke Sungai Cisaranten Baru.

Selain drainase, aspek keselamatan di bantaran sungai juga menjadi perhatian.

Pemkot Bandung segera menindaklanjuti permintaan pemasangan pagar pengaman serta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan inspeksi sungai, mulai dari RW 01 hingga RW 08. 

Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya insiden kendaraan warga yang terperosok ke dalam sungai akibat minimnya pembatas dan cahaya.

Sektor persampahan menjadi isu yang paling mendesak dalam kunjungan kerja kali ini. Meskipun Cisaranten Kidul telah memiliki infrastruktur lengkap seperti Mesin Olah Runtah (Motah), rumah maggot, hingga sistem komposter, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai akurasi data masih perlu diperbaiki.