POLA JABAR - Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga pangan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bazar Murah Utama (Bazmut) yang akan menyisir seluruh kecamatan di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah tren kenaikan harga musiman.
Dua Tahap Pelaksanaan
Agar manfaatnya terasa maksimal, Bazmut 2026 dibagi menjadi dua sesi strategis:
Sesi I: Berlangsung pada 9–13 Februari 2026 (Persiapan menjelang puasa).
Sesi II: Berlangsung pada 2–6 Maret 2026 (Persiapan menjelang Lebaran).
"Kami ingin memastikan warga mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau. Kolaborasi dengan Bulog, Pertamina, dan jaringan ritel modern menjadi kunci agar harga di bazar ini jauh lebih murah dibanding harga pasar," ujar Farhan pada Minggu (1/2/2026).
Beberapa komoditas utama yang akan tersedia antara lain beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, hingga daging sapi.
Selain menjual bahan pokok, Bazmut kali ini juga berfungsi sebagai pusat layanan publik terpadu. Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengurus berbagai legalitas usaha secara gratis atau terfasilitasi. Layanan yang tersedia meliputi: