POLA JABAR - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanggulangan banjir dan tata kelola sampah di wilayah Antapani Kulon. Menurutnya, masalah genangan di beberapa RW di kawasan tersebut disebabkan oleh penyempitan drainase yang menyumbat aliran sungai. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Siskamling Siaga Bencana pada Kamis 18 Desember 2025.

“Masalahnya di RW 4, 5, 6, dan 7 itu kalau hujan ada genangan karena aliran sungai dari arah utara ke selatan macet karena menyempit ke arah Antapani,” ujar Farhan. 

Untuk mengatasinya Farhan menjelaskan jika Pemkot Bandung menyiapkan langkah normalisasi sungai yang disertai penambahan saluran air agar potensi banjir tidak terus berulang. 

“Nanti kita akan coba melakukan normalisasi sambil menambah saluran-saluran air. Kalau tidak, daerah sini akan terus mengalami banjir,” katanya. 

Tak hanya banjir. Farhan juga membahas mengenai pengelolaan sampah di kelurahan Antapani Kulon, khususnya sampah organik yang membutuhkan penanganan khusus di tingkat kewilayahan. 

“Masalah sampah di sini ada, terutama soal pengaturan. Sampah paling banyak itu sampah organik, dan pengelolaan serta pembuangannya memang tidak mudah,” ucapnya. 

Dirinya pun mengapresiasi inisiatif warga RW 7 yang telah berhasil mengolah sampah organik meski dengan keterbatasan lahan. Salah satu sosok yang ia sebut ialah Oman, warga RW 7 Kelurahan Antapani Kulon. 

“Pak Oman ini salah satu champion pengolahan sampah di RW 7. Lahannya sempit, di pinggir sungai, tapi berhasil,” kata Farhan. 

Menurutnya, pengolahan sampah berbasis RW menjadi salah satu solusi untuk bisa mengurangi beban pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir.