POLA JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur dengan melakukan pemeliharaan khusus pada 17 ruas jalan protokol yang selama ini menjadi magnet wisatawan. Program ini bertujuan memperkuat aspek estetika sekaligus memastikan kenyamanan pengunjung saat mengeksplorasi jantung kota.
Rencana tersebut dipaparkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, setelah memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Bandung pada Senin, 12 Januari 2026. Farhan menegaskan bahwa intervensi ini tidak hanya menyasar jalur utama, tetapi juga merambah ke jalan-jalan pendukung atau kawasan "sayap" di sekitarnya.
“Hasil rapat pimpinan tadi, kita akan melakukan perbaikan, dan perawatan khusus di 17 ruas jalan di Kota Bandung beserta sayap-sayapnya, karena ruas-ruas jalan ini sudah menjadi destinasi wisata,” ujar Farhan.
Daftar 17 lokasi yang akan mendapatkan prioritas penanganan ini meliputi kawasan populer seperti Jalan Ir. H. Juanda (Dago), R.E. Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong, hingga Asia Afrika. Selain itu, perbaikan juga mencakup Simpang Lima, Naripan, Sunda, Sumatera, Jawa, Wastukancana, serta beberapa titik strategis lainnya.
Farhan menguraikan bahwa proyek ini mencakup pemeliharaan rutin hingga peningkatan fasilitas publik, mulai dari pengaspalan badan jalan, perbaikan trotoar, hingga penataan lingkungan agar lebih ramah bagi pedestrian.
“Perbaikannya perbaikan normal, tapi dengan perhatian khusus agar kawasan ini benar-benar siap sebagai tujuan wisata,” imbuhnya.
Melalui langkah penataan ini, diharapkan citra Kota Bandung semakin positif, inklusif bagi pelancong, dan mampu memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal di sektor pariwisata.
“Ini bagian dari upaya kita menjaga kualitas kota, terutama di kawasan yang paling sering dikunjungi wisatawan,” tutup Farhan.***