POLA JABAR – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan terus dipacu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Pada tahun 2026 ini, Pemkot secara resmi mengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp125 miliar yang dikhususkan bagi pembangunan infrastruktur pendidikan, terutama penambahan rombongan belajar (rombel) di tingkat SMP.

Kebijakan ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan daya tampung siswa serta sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pusat mengenai jam operasional sekolah.

Fokus utama penggunaan anggaran ini mencakup pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan pendirian unit sekolah baru di titik-titik krusial.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa ketersediaan ruang kelas yang memadai merupakan syarat mutlak agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih manusiawi.

“Untuk tahun ini kita genjot pembangunan ruang kelas baru, karena itu menjadi kunci agar sistem dua shift bisa berjalan maksimal,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 4 Mei 2026.

Sebagai bagian dari eksekusi anggaran, Pemkot Bandung telah memulai sejumlah proyek fisik di lapangan.

Proyek strategis yang sedang berjalan saat ini meliputi pembangunan SD Bojongloa serta kehadiran SMP Negeri 75 sebagai fasilitas pendidikan baru.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada enam kecamatan di Kota Bandung yang saat ini hanya memiliki satu SMP negeri.