POLA JABAR - Pada Kamis 11 Desember 2025 diadakan kegiatan Rakor Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang digelar di eL Hotel.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan mengenai pentingnya penguatan pengawasan dan tata kelola dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Mulai dari layanan publik, pengelolaan anggaran, penataan ruang, hingga pengendalian risiko kebijakan semua membutuhkan kedisiplinan dan eksekusi yang presisi.

Dirinya pun menambahkan jika sejumlah indikator pembangunan Kota Bandung menunjukkan perkembangan menggembirakan. Indeks Daya Saing Daerah Kota Bandung naik menjadi 4,26 tertinggi di Jawa Barat. 

"Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kita juga sudah mencapai 100 persen di hampir seluruh urusan,” ungkapnya.

Walaupun memuaskan, dirinya tetap mengingatkan jika capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah menjadi  lengah.

“Pengawasan, pengelolaan aset, PAD, dan PBJ masih membutuhkan penguatan. Kita harus menjaga agar tata kelola tetap disiplin dan konsisten,” ujarnya.

Dirinya berpendapat jika Kota Bandung dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang mulai dari ekosistem ekonomi kreatif dan digital, SDM muda yang adaptif, hingga energi sosial masyarakatnya yang kritis dan cinta kota.

“Potensi hebat saja tidak cukup. Yang menentukan adalah presisi eksekusi. Kita sudah memasuki fase awal RPJMD 2025–2029, periode yang akan membentuk wajah kota lima tahun ke depan,” ujar Zul Salaan Akrabnya.

Dirinya pun menambahkan, bila peluang digitalisasi, bonus demografi, dan peningkatan investasi dikelola dengan integritas, Bandung tidak hanya berkembang, tetapi bisa menjadi pemimpin di tingkat nasional.