POLA JABAR – Hasad atau dengki adalah perasaan tidak senang ketika orang lain mendapatkan kenikmatan, sekaligus merasa bahagia ketika nikmat tersebut hilang darinya.
Sifat ini termasuk salah satu penyakit hati (amradlul qulub) yang bisa merusak akhlak dan membawa kebinasaan.
Secara etimologi, hasad adalah menaruh perasaan marah, benci, atau tidak suka terhadap keberuntungan yang dimiliki orang lain.
Imam Ghazali, seorang filsuf dan teolog Muslim Persia, menjelaskan bahwa dengki terjadi ketika seseorang tidak senang melihat kenikmatan berada di tangan saudaranya dan merasa lega saat kenikmatan itu hilang.
Allah SWT menegaskan larangan terhadap sifat hasad dalam Al-Qur’an. Beberapa ayat terkait antara lain:
- QS. An-Nisa [4]: 54
اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ فَقَدْ اٰتَيْنَآ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاٰتَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا ٥٤
Artinya: “Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan [kekuasaan] yang sangat besar kepada mereka.” - QS. An-Nisa [4]: 32
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ٣٢
Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan [iri hati] terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Cara Menghindari Hasad
- Meyakini keadilan Allah SWT: Semua nikmat berasal dari Allah dan diberikan sesuai kehendak-Nya.
- Memperbanyak bersyukur: Fokus pada nikmat yang dimiliki dan jangan iri dengan orang lain.
- Menjaga rendah hati: Tidak sombong terhadap keberuntungan pribadi.
- Mendahulukan kepentingan umum: Menyebarkan kebaikan daripada iri dengan kesuksesan orang lain.
Dengan menjauhi sifat hasad, seorang muslim dapat menjaga hati tetap bersih, akhlak terjaga, dan kehidupan sosial menjadi harmonis.***