POLA JABAR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Hingga Kamis, 1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, total tiket kereta api yang terjual mencapai 3.873.241 tiket.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode liburan akhir tahun.
Penjualan tiket tersebut mencakup perjalanan pada rentang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dari total penjualan, tiket kereta api jarak jauh mendominasi dengan 3.181.654 tiket, atau setara 115,2 persen dari kapasitas yang disediakan sebanyak 2.761.048 tempat duduk.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal tercatat mencapai 691.587 tiket, atau sekitar 92,8 persen dari total kapasitas 745.056 tempat duduk.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi kereta api jarak jauh yang melampaui 100 persen dipengaruhi oleh pola perjalanan penumpang yang dinamis. Dalam satu rangkaian perjalanan, satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang seiring dengan aktivitas naik dan turun di berbagai stasiun antara.
Pada 1 Januari 2026 hingga pukul 08.00 WIB, jumlah pelanggan yang telah membeli tiket kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Jawa dan Sumatra tercatat sebanyak 190.348 pelanggan. Angka tersebut masih berpotensi meningkat karena penjualan tiket berlangsung hingga akhir hari.
Secara kumulatif, selama periode 18–31 Desember 2025, KAI telah melayani 3.206.898 pelanggan di seluruh wilayah operasionalnya.
Selain itu, KAI masih memberlakukan diskon tarif 30 persen untuk kereta ekonomi komersial yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.