POLA JABAR - Buah naga, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Hylocereus dan populer disebut pitaya, telah lama dipercaya dalam pengobatan tradisional sebagai makanan super yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, dan kini, klaim tersebut semakin didukung oleh serangkaian penelitian klinis dan ulasan ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal, selaras dengan tinjauan dari institusi kesehatan besar seperti National Institutes of Health (NIH) yang berfokus pada pendekatan berbasis bukti. 

Inti dari potensi buah naga dalam membantu pengelolaan tekanan darah tinggi (hipertensi) terletak pada profil nutrisinya yang luar biasa kaya akan senyawa bioaktif yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sistem kardiovaskular. 

Dengan kandungan air yang tinggi, rendah kalori, serta kaya serat, buah naga menjadi pilihan diet yang ideal untuk penderita hipertensi, namun komponen yang paling menonjol dalam konteks regulasi tekanan darah adalah tingginya kadar kalium, kehadiran antioksidan kuat seperti betalain (terutama pada buah naga merah), serta magnesium dan flavonoid.

Mekanisme utama buah naga dalam membantu penurunan tekanan darah sangat berkaitan erat dengan peran Kalium (Potassium). Kalium adalah mineral esensial yang dikenal sebagai penyeimbang alami dari Natrium (Sodium), zat yang seringkali menjadi pemicu utama kenaikan tekanan darah. Ketika asupan natrium tinggi, tubuh cenderung menahan air, yang kemudian meningkatkan volume darah dan memberikan tekanan lebih besar pada dinding pembuluh darah.

Di sinilah kalium berperan penting; mineral ini membantu ginjal mengeluarkan kelebihan natrium melalui urine, sehingga secara efektif membantu mengurangi volume darah dan melonggarkan ketegangan pada pembuluh darah. 

Dengan menjaga rasio kalium dan natrium yang seimbang, buah naga secara alami mendukung upaya tubuh untuk mempertahankan tekanan darah dalam batas normal, sebuah prinsip diet yang diakui secara luas dalam pedoman nutrisi untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

Selain peran elektrolit, pengaruh buah naga terhadap pembuluh darah juga diperkuat oleh keberadaan antioksidan yang melimpah. Buah naga, khususnya varietas merah (Hylocereus polyrhizus), kaya akan betalain, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada beetroot

Betalain memiliki kemampuan luar biasa untuk melawan stres oksidatif dan peradangan kronis di dalam tubuh. Stres oksidatif adalah salah satu penyebab utama kekakuan dan kerusakan pada dinding pembuluh darah (endothelium), yang berujung pada peningkatan tekanan darah. 

Dengan menetralkan radikal bebas, betalain membantu menjaga fleksibilitas pembuluh darah dan meningkatkan produksi Nitric Oxide (NO), sebuah molekul yang berfungsi sebagai vasodilator alami senyawa yang melemaskan otot-otot halus pada pembuluh darah, sehingga diameter pembuluh darah melebar dan aliran darah menjadi lebih lancar. Aliran darah yang lancar dan pembuluh darah yang lebih rileks secara langsung berkontribusi pada penurunan tekanan yang harus dipompa oleh jantung.