POLA JABAR – Bencana banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan harta benda, tetapi juga menyisakan luka psikologis yang mendalam, terutama bagi anak-anak.
Suara derasnya hujan, pemadaman listrik, hingga proses evakuasi yang menegangkan sering kali memicu trauma berkepanjangan.
Jika tidak ditangani dengan tepat, anak dapat mengalami kecemasan berlebih (anxiety) hingga ketakutan ekstrem setiap kali melihat langit mendung.
Memulihkan kondisi psikis anak pascabanjir memerlukan kesabaran dan pendekatan yang lembut dari orang tua maupun pendamping.
Berikut adalah beberapa langkah efektif untuk membantu menghilangkan trauma pada anak:
1. Ciptakan Rasa Aman dan Kehadiran Fisik
Setelah situasi darurat mereda, hal pertama yang dibutuhkan anak adalah rasa aman. Berikan pelukan lebih sering dan pastikan orang tua selalu berada di dekat mereka.
Kehadiran fisik yang stabil membantu meyakinkan anak bahwa ancaman telah berlalu dan mereka kini berada dalam perlindungan orang dewasa yang mereka percayai.