POLA JABAR – Menjelang peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar agenda silaturahmi khusus bersama para tokoh agama Hindu. Bertempat di Pendopo Kota Bandung pada Rabu, 1 April 2026, acara ini menjadi simbol nyata penguatan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa stabilitas toleransi di Kota Bandung adalah hasil kolaborasi berbagai pihak yang harus terus dipelihara. Namun, ia tidak menampik bahwa ruang perbaikan masih selalu ada.
“Indeks toleransi kita belum 100 persen. Artinya, masih ada potensi intoleransi. Maka dari itu, kita tidak boleh menutup mata. Kita harus mengelola dan menyelesaikan konflik secara bijak, bukan sekadar menyembunyikannya,” ujar Farhan.
Farhan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung tidak berjalan sendiri. Sinergi bersama Forkopimda, Kementerian Agama, serta instansi terkait menjadi kunci dalam mitigasi dan penanganan isu keagamaan. Baginya, cara sebuah kota merespons perbedaan adalah cerminan dari kematangannya.
Ada hal menarik pada tahun ini, di mana Hari Raya Nyepi jatuh berdekatan dengan momentum Ramadan (Idulfitri) dan Paskah. Farhan melihat fenomena ini sebagai jembatan spiritual yang mempertemukan umat dalam nilai pengendalian diri.
“Nyepi dan Ramadan mengajarkan hal yang sama, yaitu menahan diri dan melakukan refleksi. Ini menunjukkan bahwa di balik perbedaan, ada nilai universal yang menyatukan kita,” katanya.
Ia juga menyinggung filosofi Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagai fondasi untuk mencari kebenaran kolektif tanpa menjatuhkan pihak lain. Apresiasi besar pun diberikan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta jajaran TNI/Polri yang telah konsisten menjaga kondusivitas Bandung selama puluhan tahun.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bandung, I Ketut Adi Purnama, menyambut hangat inisiatif Pemkot Bandung. Menurutnya, pertemuan ini adalah bukti autentik komitmen pemerintah terhadap kehidupan beragama.
I Ketut menjelaskan bahwa Nyepi melalui ritual Catur Brata Penyepian adalah waktu untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan alam.