Opini ditulis oleh Dr. Mohamad Rudiana, S.Sen., M.Sn, Dosen Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
POLA JABAR - Di Kampung Ciburulung, Desa Sukatani, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, lahir sebuah semangat baru dalam dunia pertanian lada yang dipelopori oleh seorang petani muda bernama Wahyu Yulianto.
Ia bukan sekadar petani, tetapi juga sosok yang mampu menggerakkan komunitas melalui kelompok tani Dangiang Pepper yang berdiri sejak tahun 2014.
Kelompok ini kini beranggotakan 20 orang petani lada yang tersebar di wilayah Desa Sukatani.
Dengan posisi sebagai ketua, Wahyu tidak hanya mengorganisir kegiatan bercocok tanam, tetapi juga memperjuangkan pemasaran dan memperluas jaringan agar lada Sumedang lebih dikenal luas.
“Awalnya saya hanya ingin membangkitkan potensi lada khususnya di Kampung Ciburulung umumnya di Kabupaten Sumedang. Banyak orang tidak tahu bahwa daerah ini punya tanah subur yang cocok untuk lada. Kalau tidak ada yang mulai, ya lama-lama hilang. Dari situlah muncul ide membentuk Kelompok Tani Dangiang Pepper,” ujar Wahyu saat ditemui di kebunnya di kawasan Tarikolot Ciburulung.
Lada: Komoditas Strategis dengan Nilai Tinggi
Secara nasional, lada merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia yang tersebar di seluruh daerah di nusantara termasuk di Kampung Ciburulung Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Jawa Barat sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman rempah, meski tidak sebesar Bangka Belitung atau Lampung yang menjadi sentra utama.