POLA JABAR - Pemerintah Kota Bandung terus meningkatkan level kewaspadaan terhadap dinamika atmosfer yang tidak menentu. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan, pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Kota Bandung.
Peringatan ini disampaikan sebagai respons atas kondisi terkini yang menunjukkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih mengintai wilayah perkotaan.
Dalam momentum Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 30 Maret 2026, Farhan memberikan catatan penting mengenai situasi selama masa rehat hari raya.
Farhan mengungkapkan, selama masa libur Lebaran, Kota Bandung mengalami dua kali kejadian cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas.
Kejadian tersebut menjadi pengingat pahit bahwa bencana bisa datang tanpa mengenal waktu, bahkan di tengah suasana sukacita masyarakat. Oleh karena itu, penanganan pasca-kejadian tidaklah cukup; diperlukan langkah preventif yang jauh lebih terukur dan sistematis.
Menghadapi tantangan alam tersebut, Pemerintah Kota Bandung memastikan tidak akan tinggal diam.
“Kita akan melakukan mitigasi-mitigasi yang serius,” ujar Farhan dengan tegas di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Keseriusan ini diwujudkan melalui instruksi langsung kepada jajaran dinas teknis untuk merapatkan barisan.
Ia meminta sejumlah perangkat daerah seperti BPBD, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Satpol PP serta dinas terkait lainnya untuk meningkatkan kesiapan.