POLA JABAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung melakukan aksi cepat dalam menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) di berbagai titik strategis kota pada Kamis dini hari, 14 Mei 2026. Dalam operasi gabungan yang dimulai sejak pukul 02.30 WIB tersebut, petugas berhasil mengamankan 51 orang di kawasan wisata dan pusat keramaian.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga estetika kota (beautifikasi) serta memastikan kenyamanan publik menjelang agenda Kirab Jawa Barat dan libur panjang (long weekend).

Penyisiran difokuskan pada area yang menjadi ikon wisata Kota Bandung. Upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan hasil yang maksimal.

“Ini kegiatan rutin yang dilakukan bersama lintas OPD. Kami melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan protokol seperti Asia Afrika, Sudirman, Braga dan titik-titik wisata untuk memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung,” kata Yorisa.

Operasi ini melibatkan tim dari Satpol PP, Dishub, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.

Dari 51 orang yang terjaring, mayoritas adalah pria dewasa, dengan rincian 50 orang dewasa dan satu orang anak-anak.

Mereka yang terjaring tidak hanya sekadar diamankan, tetapi juga mendapatkan pembinaan. Dinsos membawa seluruh PPKS tersebut ke rumah singgah untuk menjalani pemeriksaan identitas (adminduk) serta pembinaan fisik dan mental sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal.

“Kalau adminduknya bukan Kota Bandung nanti akan dikembalikan ke kabupaten atau kota asalnya. Targetnya paling lama 7 hari sudah harus direunifikasi,” ujarnya.

Data menunjukkan fenomena menarik di mana sebagian besar PPKS yang beroperasi di Bandung sebenarnya bukanlah warga lokal. Yorisa menyebutkan bahwa hanya sekitar 20 persen yang merupakan warga Kota Bandung, sedangkan sisanya adalah pendatang dari luar daerah.