POLA JABAR – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato krusial yang merangkum berbagai capaian strategis ekonomi nasional dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Di hadapan para anggota legislatif, Kepala Negara memaparkan keberhasilan signifikan pemerintah dalam memperkokoh ketahanan pangan, memperluas jaring pengaman sosial, hingga mengakselerasi roda industrialisasi di tanah air.
Salah satu pencapaian yang paling disoroti adalah keberhasilan dalam mewujudkan swasembada pangan. Sektor ini menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pokok di dalam negeri dari ancaman krisis global.
“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, [gudang] cadangannya tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Kita sekarang punya cadangan sudah lebih dari 5,3 juta ton beras cadangan. Cadangan beras Desember 2025, 3,25 [juta ton]. Sekarang 10 Mei, cadangan beras yang kita kuasai 5,3 juta ton,” ucap Presiden.
Ketahanan pangan yang kuat dinilai tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah terhadap para petani. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya, pemerintah berhasil memangkas harga pupuk sekaligus memperkuat kapasitas produksinya di tingkat nasional. Kendati demikian, pengawasan ketat di lapangan tetap menjadi catatan penting agar tidak terjadi kebocoran distribusi.
“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” tutur Presiden.
Beralih ke sektor kesejahteraan masyarakat, program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah berjalan masif dan mencakup puluhan juta jiwa di berbagai wilayah. Pemerintah terus memantau pemenuhan gizi ini, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
“Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil menerima MBG setiap hari,” ujar Presiden.
Di sektor investasi dan tata kelola aset, kehadiran lembaga pengelola dana kedaulatan nasional (sovereign wealth fund) Danantara yang diinisiasi sejak tahun lalu terbukti memberikan dampak instan. Lembaga ini menjadi motor penggerak pembiayaan proyek strategis dan optimalisasi aset-aset milik negara yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kita terus menemukan tanah milik negara, aset milik negara, gedung milik negara, yang nilainya tidak sedikit. Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi,” ungkap Presiden.