POLAJABAR.COM - Pembangunan karakter serta pembiasaan pola hidup sehat telah ditetapkan sebagai agenda krusial yang mesti digencarkan sejak dini di wilayah Kabupaten Bandung. Inisiatif ini merupakan persiapan fundamental untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas di masa mendatang.

Pemerintah daerah menekankan bahwa upaya penguatan karakter ini harus berjalan seiring dengan peningkatan capaian akademik siswa. Hal ini juga perlu diimbangi dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam mengeksplorasi gagasan-gagasan baru yang inovatif.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menyampaikan pandangannya mengenai esensi sejati dari dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan memegang peran sentral dalam upaya membangun peradaban bangsa sekaligus menjaga kedaulatan negara.

Progres signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman, menuntut adanya kolaborasi yang solid dari berbagai pihak terkait. Sinergi antar pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan bersama ini.

Asep Kusumah menekankan bahwa meskipun kemajuan teknologi, kecerdasan artifisial, dan digitalisasi terus berkembang pesat, ada aspek fundamental yang tidak boleh terabaikan. Hal ini menjadi fokus utama dalam pembentukan generasi muda di Kabupaten Bandung.

"Yang paling penting, di samping kemajuan teknologi, kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan berbagai perkembangan lainnya, yang harus kita bangun dan jaga bersama adalah karakter, integritas, dan jati diri," ujar Asep Kusumah pada hari Jumat, 26 Juni 2026.

Pernyataan tegas dari Kadisdik tersebut menggarisbawahi bahwa fondasi moral dan etika siswa harus tetap menjadi prioritas utama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi. Karakter dan integritas dianggap sebagai penangkal agar siswa tidak terseret dampak negatif digitalisasi.

Pelaksanaan program penguatan karakter ini diharapkan mampu membekali para pelajar dengan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, mereka siap menjadi agen perubahan yang memiliki daya saing sekaligus tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa Indonesia.

Pola hidup sehat juga ditekankan karena kesehatan fisik dan mental sangat berkaitan erat dengan kemampuan akademik dan perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Kesehatan menjadi prasyarat agar pelajar dapat menyerap ilmu secara optimal.