POLA JABAR - Dunia komoditas perikanan sedang menyaksikan sebuah fenomena menarik: kembalinya popularitas Udang Harimau atau Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon). Setelah sempat tergeser oleh dominasi udang Vannamei selama lebih dari satu dekade, data terbaru dari SeafoodSource menunjukkan bahwa permintaan terhadap udang dengan corak eksotis ini kembali meroket.
Tidak hanya soal rasa, namun nilai ekonomi yang ditawarkan Udang Harimau kini menjadikannya instrumen bisnis yang sangat diperhitungkan bagi para eksportir dan petambak besar di kawasan Asia dan Afrika.
Karakteristik yang Membentuk Nilai Jual
Salah satu alasan utama mengapa Udang Harimau memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan jenis udang lainnya adalah profil fisiknya. Udang ini dikenal memiliki ukuran yang jauh lebih besar sering disebut sebagai "udang jumbo" dengan tekstur daging yang lebih padat dan rasa manis yang lebih intens.
Karakteristik ini membuat Udang Harimau menempati segmen pasar premium. Di restoran-restoran kelas atas di Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, Udang Harimau menjadi bahan utama untuk menu-menu mewah yang mementingkan presentasi visual dan kualitas rasa premium.
Analisis Pasar Global Berdasarkan Laporan Seafood