POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak aroma harum udang yang baru saja dibakar atau sensasi kenyal nan manis dari udang segar dalam sepiring pasta? Di antara berbagai jenis hasil laut, udang secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai komoditas seafood yang paling banyak dikonsumsi di tingkat global.

Bukan hanya soal rasa, popularitas udang didorong oleh berbagai faktor mulai dari kemudahan pengolahan hingga profil nutrisinya yang mengesankan. Melansir laporan dari BBC Good Food, udang telah menjadi bahan dasar yang melintasi batas-batas budaya dan tradisi kuliner di berbagai belahan dunia.

Salah satu alasan utama mengapa dunia jatuh cinta pada udang adalah kemampuan adaptasinya terhadap berbagai bumbu. Berbeda dengan ikan tertentu yang memiliki aroma amis sangat kuat, udang memiliki rasa manis alami yang lembut (subtle). Hal ini menjadikannya "kanvas kosong" yang sempurna bagi para koki.

Udang bisa menyatu dengan sempurna dalam masakan pedas seperti tom yum dari Thailand, berpadu apik dengan mentega dan bawang putih dalam kuliner Prancis, atau menjadi bintang utama dalam sajian goreng tepung yang renyah. Teksturnya yang unik kenyal namun lembut saat digigit memberikan pengalaman sensorik yang memuaskan bagi penikmatnya.

Bagi mereka yang peduli dengan kesehatan, udang adalah pilihan protein yang cerdas. Berdasarkan data gizi, udang mengandung protein berkualitas tinggi namun sangat rendah lemak dan kalori. Ini menjadikannya alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan daging merah bagi mereka yang sedang menjalani program diet.

Udang juga kaya akan selenium, salah satu antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sel dan fungsi tiroid. Selain itu, terdapat kandungan vitamin B12, zat besi, dan fosfor. Yang paling menonjol, udang mengandung astaxanthin, pigmen yang memberikan warna merah saat dimasak, yang juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang baik bagi kesehatan jantung dan kulit.

Di era yang serba cepat, efisiensi di dapur menjadi prioritas. Udang adalah salah satu protein tercepat untuk dimasak. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 menit saja, udang sudah matang sempurna. Kecepatan ini menjadikannya favorit bagi para pekerja kantoran atau orang tua sibuk yang ingin menyajikan hidangan bergizi dalam waktu singkat.

Namun, BBC Good Food memberikan catatan penting: karena ukurannya yang kecil, udang sangat mudah overcooked. Udang yang dimasak terlalu lama akan berubah tekstur menjadi keras dan kenyal seperti karet. Tanda udang telah matang sempurna adalah ketika bentuknya berubah melingkar menyerupai huruf "C" dan warnanya berubah menjadi merah muda yang cantik.

Saat ini, ketersediaan udang di pasar global semakin stabil berkat kemajuan teknologi budidaya atau akuakultur. Konsumen kini memiliki banyak pilihan, mulai dari udang liar (wild-caught) hingga udang hasil budidaya yang bersertifikasi berkelanjutan.