POLA JABAR – Pengendalian diri merupakan salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat urban di era modern yang penuh dengan tekanan.

Di balik aspek spiritualnya, Puasa Daud yang dilakukan secara selang-seling ternyata memiliki dampak yang sangat positif terhadap kesehatan mental, khususnya dalam hal pengendalian emosi dan stabilitas suasana hati.

Pola latihan disiplin yang berkelanjutan ini membentuk karakter pelakunya menjadi lebih tenang dan tidak reaktif.

Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi pengendalian emosi selama menjalankan Puasa Daud:

1. Melatih Kedisiplinan Prefrontal Cortex

Secara neurologis, berpuasa melatih bagian otak yang disebut prefrontal cortex, yaitu area yang bertanggung jawab atas kontrol diri dan pengambilan keputusan.

Dengan menahan rasa lapar dan haus secara rutin, seseorang secara tidak langsung sedang melatih otaknya untuk tidak langsung menuruti impuls atau keinginan sesaat.

Hal ini berdampak pada kemampuan seseorang dalam menahan amarah ketika menghadapi situasi yang memicu emosi.

2. Menstabilkan Fluktuasi Hormon