POLAJABAR.COM - Peristiwa arkeologis penting terjadi baru-baru ini dalam rangka peringatan 700 tahun berdirinya Biara Kerajaan Santa Maria dari Pedralbes. Biara yang didirikan pada tahun 1327 oleh Ratu Elisenda dari Aragon ini juga menjadi lokasi peristirahatan terakhir sang ratu.
Dalam rangka memperingati tonggak sejarah tersebut, tim arkeolog memutuskan untuk melaksanakan penggalian formal di area makam Ratu Elisenda. Proses penggalian ini ternyata tidak hanya mengonfirmasi keberadaan makam, tetapi juga menyajikan temuan tak terduga yang mengejutkan para peneliti.
Apa yang ditemukan di dalam makam tersebut adalah sisa-sisa kerangka yang diyakini merupakan jasad Ratu Elisenda dari Montcada. Penemuan ini sesuai dengan catatan sejarah mengenai pemakaman tokoh penting tersebut di lokasi biara.
Sisa-sisa kerangka tersebut ternyata tidak diletakkan begitu saja, melainkan ditempatkan di dalam sebuah kotak kayu yang berasal dari Abad Pertengahan. Kotak tersebut dilapisi dengan dekorasi mewah berupa sutra dan pernak-pernik berharga.
Temuan mengenai isi makam tersebut disampaikan oleh pihak berwenang setelah proses pembukaan dan analisis awal dilakukan. Informasi ini diterjemahkan berdasarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Institut Kebudayaan Barcelona.
"Tulang-tulang Elisenda ditempatkan dalam kotak kayu abad pertengahan yang dihiasi sutra dan pernak-pernik," menurut pernyataan yang diterjemahkan dari Institut Kebudayaan Barcelona.
Ratu Elisenda sendiri dikenal memiliki peran penting dalam sejarah Aragon, khususnya setelah wafatnya sang suami, Raja James II dari Aragon. Setelah menjadi janda, ia memilih untuk tinggal di sebuah istana kecil yang berdekatan dengan biara yang ia dirikan.
Biara Santa Maria dari Pedralbes dikelola oleh sekelompok biarawati Katolik yang dikenal dengan Ordo Poor Clares. Meskipun demikian, Ratu Elisenda tetap memegang pengaruh signifikan atas kehidupan dan operasional komunitas biarawati tersebut.
Pengaruh Elisenda juga terlihat dari warisan yang ia tinggalkan bagi biara tersebut. Ia tercatat telah menyusun empat peraturan spesifik dan menentukan pihak-pihak yang akan menerima sebagian besar harta kekayaannya.