POLA JABAR - Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan oleh miliaran umat Muslim di seluruh dunia setiap bulan Ramadan. Keutamaannya yang melebihi seribu bulan menjadikan malam ini sebagai target utama dalam peribadatan sepuluh malam terakhir. Namun, satu hal yang selalu mengundang rasa penasaran adalah bagaimana kita mengetahui bahwa malam tersebut telah tiba?
Meskipun Allah SWT merahasiakan tanggal pastinya untuk memotivasi hamba-Nya agar terus beribadah, Rasulullah SAW melalui lisan sucinya telah memberikan beberapa petunjuk fisik dan alamiah. Merujuk pada koleksi hadis di Sunnah.com, khususnya dalam kitab Shahih Bukhari dan Sahih Muslim, tanda-tanda ini bukanlah mitos, melainkan fenomena yang dapat dirasakan oleh mereka yang peka secara spiritual.
Suasana Malam yang Tenang dan Sejuk
Salah satu tanda paling ikonik dari Lailatul Qadar adalah kondisi atmosfer bumi yang mendadak berubah menjadi sangat nyaman. Dalam beberapa riwayat hadis, disebutkan bahwa malam tersebut tidak terasa panas yang menyengat dan tidak pula terasa dingin yang menusuk tulang.
Suasana tenang ini diyakini berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi dalam jumlah yang sangat besar, melampaui jumlah kerikil di padang pasir. Kehadiran makhluk cahaya ini membawa ketenangan (sakinah) yang menyelimuti alam semesta. Seorang hamba yang sedang beribadah biasanya akan merasakan ketenangan hati yang luar biasa, kerinduan mendalam kepada Sang Pencipta, dan kelezatan dalam melakukan ketaatan yang tidak ditemukan pada malam-malam lainnya.
Sinar Matahari yang Teduh di Pagi Hari
Tanda yang paling nyata dan sering dikutip dalam hadis shahih adalah kondisi matahari pada keesokan harinya. Dalam Sahih Muslim, terdapat riwayat dari Ubay bin Ka'ab RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menginformasikan tentang tanda matahari setelah malam mulia tersebut berlalu.
Teks Arab: أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا
Teks Latin: An tathlu’asy-syamsu fii yaumihaa baidhaa’a laa syu’aa’a lahaa.