POLA JABAR - Banyak orang sering kali ragu saat ingin menyantap hidangan laut seperti kepiting karena khawatir akan kandungan kolesterolnya. Namun, jika kita menelaah lebih dalam berdasarkan panduan nutrisi dari American Heart Association (AHA), kepiting justru menyimpan potensi besar sebagai asupan yang mendukung performa jantung dan pembuluh darah.

Sebagai salah satu sumber protein hewani yang rendah lemak jenuh, kepiting menawarkan profil nutrisi yang unik. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai mengapa kepiting layak menjadi bagian dari diet sehat jantung Anda.

Kaya akan Omega-3 Long-Chain

Salah satu poin utama yang sering ditekankan oleh para ahli di American Heart Association adalah pentingnya asam lemak Omega-3. Kepiting mengandung asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA).

Asam lemak tak jenuh ini bekerja dengan cara menurunkan kadar trigliserida dalam darah, mengurangi peradangan pada dinding arteri, serta membantu menjaga irama jantung tetap stabil. Mengonsumsi makanan laut yang kaya Omega-3 secara rutin terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke secara signifikan.

Sumber Protein Berkualitas dengan Lemak Jenuh Rendah

Berbeda dengan daging merah yang sering kali tinggi lemak jenuh penyebab utama penyumbatan pembuluh darah daging kepiting adalah protein murni yang sangat ramping. Kandungan lemak jenuhnya yang minimal menjadikannya alternatif yang jauh lebih aman bagi mereka yang sedang berupaya mengontrol kadar kolesterol jahat (LDL). Protein berkualitas tinggi ini juga membantu proses perbaikan jaringan tubuh tanpa memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular.

Kandungan Selenium dan Vitamin B12 yang Melimpah

Kepiting bukan hanya soal Omega-3. Di dalamnya terdapat mineral Selenium yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Selenium membantu mencegah kerusakan oksidatif pada sel-sel jantung dan pembuluh darah.