POLA JABAR - Selama puluhan tahun, para peneliti kesehatan telah mengamati fenomena unik yang dikenal sebagai "French Paradox". Meskipun masyarakat di Prancis memiliki pola makan yang relatif tinggi lemak, mereka tercatat memiliki angka penyakit jantung yang rendah. Salah satu faktor yang diduga kuat menjadi kunci di baliknya adalah budaya mengonsumsi anggur secara moderat.
Merujuk pada studi yang dipublikasikan dalam Circulation Journal oleh American Heart Association (AHA), kaitan antara anggur dan sirkulasi darah bukanlah sekadar mitos belaka. Ada mekanisme biologis yang sangat kompleks yang terjadi di dalam pembuluh darah kita saat terpapar senyawa aktif yang terkandung dalam buah anggur.
Kunci utama manfaat anggur terletak pada kandungan polifenolnya, terutama senyawa yang disebut resveratrol. Resveratrol ditemukan dalam jumlah tinggi pada kulit anggur merah. Senyawa ini bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi lapisan dalam pembuluh darah (endotel).
Endotel yang sehat adalah kunci dari sirkulasi darah yang lancar. Ketika endotel berfungsi dengan baik, pembuluh darah dapat berdilatasi atau melebar secara optimal untuk mengatur aliran darah ke seluruh tubuh. Gangguan pada fungsi endotel inilah yang sering kali menjadi cikal bakal hipertensi dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis).
Bagaimana Anggur Memperbaiki Sirkulasi Darah?
Berdasarkan data dari laporan ilmiah AHA, terdapat beberapa mekanisme utama bagaimana konsumsi anggur dalam porsi yang tepat dapat mendukung sistem kardiovaskular kita:
1. Produksi Nitrat Oksida (NO)
Senyawa dalam anggur merangsang pelepasan nitrat oksida di dalam arteri. Nitrat oksida adalah molekul gas yang membantu otot-otot pembuluh darah untuk rileks. Saat pembuluh darah rileks, tekanan darah akan menurun dan aliran oksigen ke otot serta otak menjadi lebih efisien.
2. Mencegah Oksidasi Kolesterol Jahat (LDL)