POLA JABAR - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hampir setiap pakar kesehatan menyarankan minum susu sejak kita kecil hingga lanjut usia? Jawabannya bukan hanya terletak pada kalsium. Berdasarkan ulasan dari Harvard Health Publishing, salah satu komponen paling krusial yang sering terlupakan namun sangat vital bagi kesehatan adalah Vitamin D.

Meskipun tubuh kita bisa memproduksi Vitamin D melalui paparan sinar matahari, faktanya banyak dari kita yang menghabiskan waktu di dalam ruangan atau tinggal di wilayah dengan intensitas cahaya matahari terbatas. Di sinilah susu yang telah difortifikasi (ditambah nutrisi) memainkan peran penting sebagai penyelamat kesehatan jangka panjang.

Hubungan Erat Vitamin D dan Penyerapan Kalsium

Satu hal yang ditegaskan oleh para ahli di Harvard adalah bahwa kalsium tidak bisa bekerja sendirian. Tanpa Vitamin D yang cukup, tubuh Anda hanya akan menyerap sebagian kecil kalsium yang Anda konsumsi dari makanan.

Bayangkan kalsium sebagai bahan bangunan untuk tulang Anda, sedangkan Vitamin D adalah "semen" yang merekatkannya. Jika kadar Vitamin D rendah, tubuh terpaksa mengambil kalsium dari simpanan di tulang, yang seiring waktu dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, tipis, hingga memicu osteoporosis.

Lebih dari Sekadar Tulang: Benteng Pertahanan Imun

Penelitian terbaru yang sering diulas dalam jurnal kesehatan Harvard menunjukkan bahwa manfaat Vitamin D melampaui kesehatan rangka tubuh. Vitamin D bertindak hampir seperti hormon yang mengatur ribuan gen dalam tubuh kita.

Pertama, ia berperan sebagai pengatur sistem kekebalan tubuh. Dengan asupan Vitamin D yang konsisten dari susu, sel-sel imun kita menjadi lebih sigap dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Kedua, ada bukti kuat yang mengaitkan kecukupan Vitamin D dengan penurunan risiko peradangan kronis, yang seringkali menjadi akar dari berbagai penyakit degeneratif.

Mengapa Harus Susu?