POLA JABAR - Hubungan antara konsumsi nanas dan peningkatan penyerapan zat besi adalah topik yang menarik dalam ilmu gizi, dan kuncinya terletak pada kandungan nutrisi spesifik yang dimiliki oleh buah tropis ini. Meskipun nanas itu sendiri bukanlah sumber zat besi yang dominan, perannya dalam meningkatkan bioavailabilitas atau kemampuan tubuh untuk menyerap mineral ini sangat signifikan.
Efek positif nanas ini didominasi oleh kandungan tinggi Vitamin C atau Asam Askorbat di dalamnya. Zat besi dalam makanan dibagi menjadi dua jenis: Zat Besi Heme (yang ditemukan dalam daging dan lebih mudah diserap) dan Zat Besi Non-Heme (yang ditemukan dalam tumbuhan dan lebih sulit diserap). Mayoritas orang mengkonsumsi Zat Besi Non-Heme dalam jumlah yang lebih besar, dan disinilah peran Vitamin C menjadi krusial.
Vitamin C yang melimpah pada nanas bertindak sebagai agen pereduksi. Dalam saluran pencernaan, Vitamin C membantu mengubah bentuk Zat Besi Non-Heme, yang biasanya berupa zat besi feri dan sulit diserap, menjadi bentuk zat besi fero .
Bentuk fero inilah yang jauh lebih mudah dan efisien untuk diangkut melintasi dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah. Dengan kata lain, mengonsumsi nanas bersamaan dengan makanan sumber Zat Besi Non-Heme, seperti bayam, kacang-kacangan, atau sereal yang difortifikasi, secara efektif mengoptimalkan proses penyerapan dan membantu tubuh memanfaatkan mineral tersebut secara maksimal.
Berdasarkan informasi kesehatan terpercaya, konsumsi nanas dapat menjadi strategi diet yang sangat baik untuk individu yang berisiko kekurangan zat besi, termasuk vegetarian atau mereka yang memiliki pola makan minim daging. Sumber: webmd.com menggarisbawahi pentingnya asupan Vitamin C dalam meningkatkan efisiensi penyerapan mineral esensial ini.
Oleh karena itu, memasukkan irisan nanas segar sebagai pencuci mulut atau camilan setelah mengkonsumsi hidangan kaya Zat Besi Non-Heme, atau mengombinasikannya dalam satu porsi makanan, adalah cara yang cerdas dan lezat untuk mendukung upaya pencegahan atau penanganan anemia defisiensi besi.
Peningkatan penyerapan ini bukan hanya memastikan tubuh mendapatkan zat besi yang cukup untuk pembentukan hemoglobin dan fungsi vital lainnya, tetapi juga menegaskan bahwa sinergi antar nutrisi dalam hal ini, Vitamin C dari nanas dan Zat Besi Non-Heme dari sumber makanan nabati memegang peranan vital dalam menjaga kesehatan optimal.***