POLA JABAR - Bagi banyak pegiat olahraga, pertanyaan mengenai apa yang harus dikonsumsi setelah sesi latihan intens seringkali berakhir pada pilihan minuman isotonik berwarna cerah atau bubuk protein mahal. Namun, sebuah konsensus ilmiah yang kerap diulas dalam British Journal of Sports Medicine (BJSM) mengungkap fakta menarik: minuman pemulihan terbaik mungkin sudah ada di dalam kulkas rumah Anda.

Susu sapi, terutama susu cokelat rendah lemak, telah terbukti secara klinis memiliki rasio nutrisi yang hampir sempurna untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak dan mengembalikan energi yang terkuras.

1. Rasio Emas Karbohidrat dan Protein

Kunci utama pemulihan pasca-olahraga adalah pengisian kembali glikogen (cadangan energi) dan sintesis protein otot. Susu mengandung kombinasi alami karbohidrat dan protein dengan rasio sekitar 3:1 atau 4:1. Rasio ini sering disebut sebagai "rasio emas" dalam dunia nutrisi olahraga.

Protein dalam susu terdiri dari dua jenis utama, yakni whey dan kasein. Whey diserap dengan cepat oleh tubuh untuk segera memulai perbaikan otot, sementara kasein diserap lebih lambat, memberikan aliran asam amino yang stabil selama beberapa jam ke depan. Inilah yang membuat susu unggul dibandingkan minuman protein yang hanya mengandalkan satu jenis protein saja.

2. Rehidrasi yang Lebih Efektif dari Air Putih

Satu hal yang sering mengejutkan banyak orang adalah kemampuan rehidrasi susu yang melebihi air putih atau minuman olahraga komersial. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di BJSM, susu memiliki indeks hidrasi yang sangat tinggi.

Hal ini disebabkan oleh kandungan elektrolit alami seperti natrium dan kalium yang membantu tubuh menahan cairan lebih lama. Selain itu, kandungan nutrisi lain dalam susu memperlambat pengosongan lambung, sehingga cairan diserap secara bertahap dan tidak langsung terbuang melalui urine. Bagi atlet yang kehilangan banyak keringat, susu membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan lebih stabil.

3. Mengurangi Nyeri Otot atau DOMS