POLA JABAR - Keju Colby dan Keju Cheddar adalah dua jenis keju Amerika yang sangat populer dan sering dianggap serupa karena penampilannya yang sama-sama berwarna oranye kekuningan. Namun, bagi para penggemar keju sejati atau koki rumahan yang serius, memahami perbedaan fundamental antara keduanya sangatlah penting, karena perbedaan ini mempengaruhi rasa, tekstur, dan terutama perilaku keju saat digunakan dalam masakan. 

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada proses pembuatannya, yang secara langsung berdampak pada kelembutan dan kadar keasamannya. Keju Cheddar dikenal dengan rasa yang tajam (sharp) dan tekstur yang cenderung keras, padat, serta rapuh seiring bertambahnya usia, sementara Keju Colby memiliki rasa yang jauh lebih ringan (mild), lebih manis, dan tekstur yang lebih lunak, lembap, serta elastis. 

Kelembutan dan sifat meleleh yang lebih baik dari Colby membuatnya menjadi favorit untuk snack dan hidangan yang memerlukan keju dengan titik leleh rendah, berbeda dengan Cheddar yang kekuatannya bersinar dalam saus keju atau saat dipanggang.

Perbedaan kunci dalam pembuatan terletak pada langkah yang dikenal sebagai cheddaring (untuk Cheddar) dan proses pencucian (washing) yang dilakukan pada Colby. 

Proses Cheddaring adalah tahap di mana dadih keju (curds) ditumpuk dan di balik secara berkala untuk menghilangkan lebih banyak whey (cairan sisa susu) dan menumpuk asam laktat, yang merupakan alasan utama mengapa Cheddar memiliki karakter rasa yang tajam dan asam. 

Proses ini menciptakan tekstur yang rapat dan berongga lebih sedikit, ideal untuk penuaan jangka panjang. Sebaliknya, Keju Colby ditemukan di sebuah kota kecil di Wisconsin dan menggunakan metode yang disebut washed curd. Setelah dadih terbentuk, dadih tersebut dicuci dengan air dingin. 

Pencucian dadih ini bertujuan untuk menghentikan proses pematangan asam laktat secara prematur. Dengan menghilangkan sebagian besar laktosa (gula susu) sebelum diubah menjadi asam laktat, Colby mempertahankan kadar keasaman yang lebih rendah. Inilah yang membuat Colby memiliki rasa yang lebih manis, lebih lembut, dan tekstur yang lebih lembap serta lunak.

Secara karakteristik akhir, perbedaan ini memiliki dampak besar pada pengalaman rasa. Keju Cheddar memiliki potensi penuaan yang signifikan; semakin lama Cheddar disimpan (dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun), semakin tajam dan kompleks rasanya, dan semakin keras teksturnya. 

Cheddar tua seringkali memiliki kristal protein yang terasa renyah di mulut. Sebaliknya, Keju Colby dimaksudkan untuk dikonsumsi dalam keadaan muda. Karena kandungan kelembapannya yang lebih tinggi, Colby tidak menua dengan baik dan cenderung lebih cepat rusak jika disimpan terlalu lama.